Pulau Exotic di Wakatobi
TEMPENews – Pulau Tomia merupakan salah satu dari empat pulau utama yang membentuk gugusan kepulauan Wakatobi (Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko) di Sulawesi Tenggara. Terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia, pulau ini memendam kekayaan bawah laut yang luar biasa serta bentang alam daratan yang unik berupa perbukitan karst. Laporan perjalanan ini disusun sebagai catatan observasi terhadap potensi wisata, aksesibilitas, serta daya tarik ekologis kawasan Pulau Tomia.
Perjalanan menuju Pulau Tomia memerlukan transit di Pulau Wangi-Wangi sebagai pintu gerbang utama Wakatobi. Untuk menuju Pulau Wangi-Wangi saat ini ada rute penerbangan dari Kendari ke Pulau Wangi-Wangi seminggu dua kali. Dari Kendari ke Wangi-Wangi di tempuh sekitar 45 menit dengan pesawat udara. Sebelum covid, Kendari Wangi-Wangi di layani dua rute penerbangan tiap hari. Selain itu, Wangi-Wangi bisa di tempuh dengan kapal laut sekitar 8 jam pelayaran.
Untuk menuju Pulau Tomia, rute perjalanan yang ditempuh meliputi:dilanjutkan menggunakan kapal cepat (*speed boat*) komersial atau kapal kayu reguler dari Dermaga Wanci menuju Dermaga Waha di Tomia dengan waktu tempuh berkisar antara 2,5 hingga 3 jam perjalanan laut.
DESTINASI UNGGULAN
Pesona Bawah Laut (Diving & Snorkeling). Perairan Tomia memiliki struktur terumbu karang tepi (fringing reef) yang sangat sehat dengan visibilitas air laut mencapai 20-30 meter. Salah satu titik selam terbaik yang diobservasi adalah Spot Marimabuk. Di lokasi ini, ditemukan keanekaragaman hayati laut yang sangat padat, termasuk kawanan ikan *black snapper*, penyu sisik, serta beragam jenis terumbu karang lunak dan keras. Kondisi arus cenderung bersahabat bagi penyelam tingkat pemula hingga pemandu.
Pantai Kampa dan Pantai Huntete adalah wisata pesisir yang unik dan menarik. Dua destinasi pantai ini menawarkan karakteristik pasir putih yang sangat halus berpadu dengan jajaran pohon kelapa di sepanjang garis pantai. Pantai Kampa sangat ideal untuk aktivitas santai dan fotografi lanskap karena airnya yang jernih membentuk gradasi warna biru muda hingga tua yang memukau.
Beralih ke-Lanskap Daratan, Puncak Kahyangan adalah destinasi yang pantang untuk di lewatkan. Puncak Kahyangan menawarkan pemandangan dari ketinggian berupa bukit sabana terbuka. Dari titik ini, gugusan pulau-pulau kecil di sekitar Tomia terlihat jelas. Tempat ini menjadi lokasi strategis untuk menikmati momen matahari terbenam (*sunset*). Di dekat area ini juga terdapat situs sejarah lokal berupa Benteng Patuha.
Di dekat Pulau Tomia ada juga Pulau Anano (Pulau Penyu) Pulau kecil tak berpenghuni yang berjarak sekitar 30 menit dari Tomia ini berfungsi sebagai kawasan konservasi alami. Pulau Anano merupakan habitat krusial bagi penyu hijau dan penyu sisik untuk mendarat dan bertelur pada musim-musim tertentu. Struktur pantainya yang landai dan sepi menjaga kelestarian siklus hidup fauna dilindungi tersebut.
Tantangan ke Pulau Tomia adalah panjangnya mata rantai transportasi dari Jakarta atau kota-kota lainnya ke daerah tersebut. Walaupun dalam setiap transit perjalanan khususnya di Kendari dan Wangi-Wangi juga telah menyajikan sajian wisata perjalanan yang unik. Di Wangi-Wangi misalnya, ada pulau Kapota dengan pantai pasir putih yang masih perawan dan keunikan suku Bajo yang merupakan pemukiman terbesar suku Bajo se dunia. (Laporan: Adiyaman)











