Kelompok Yang Jarang Tersentuh
INDRAMAYU – TEMPENews – Tarjana (34), Nelayan, Desa Cemara Kulon, Losarang Indramayu sumringah pagi itu. Maklum, uji coba perahu bertenaga surya siap meluncur di kampungnya. “Ini masih uji coba. Selain teknis operasional panel surya dan mesinnya, juga akan menguji keekonomian kapal, sehingga nelayan bisa memiliki kapal ini,” ujar Sindhu Bharata, Direktur PT Jaya Marindo Pratama.
Rino Turino, Ketua Umum SNB (Serikat Nelayan Berdikari) menyambut baik uji coba ini. “Kita berharap pemerintah dapat mensubsidi nelayan untuk kepemilikan kapal tenaga surya ini,” ujarnya. Pasalnya, untuk nelayan Desa Cemara yang hanya mengandalkan perahu 9 sampai 11 meter, kemungkinan untuk memiliki kapal seperti itu tidak mudah.
Cerita Rino, kelompok nelayan kecil ini sering luput dari pehatian pemerintah. Mereka adalah kelompok subsisten yang kehidupannya pas-pasan sekadar memenuhi kebutuhan pokok yang paling dasar, atau sekadar bertahan hidup. Maka, salah satu instrumen pemberdayaannya adalah memberi alat produksi yang efisien untuk mereka miliki dan kelola sendiri.
Tambah Nurodi, Ketua IKPI (Induk Koperasi Perikanan Indonesia), operasional kapal bertenaga surya ini benar-benar nol. Tidak butuh dichas pada listrik. “Ini energi alam yang terbarukan, seharusnya pemerintah mendukungnya,” tambah Nurodi. Dan kapasitasnya sangat cocok dengan Kelompok Nelayan Desa Cemara Kulon ini.
“Untuk kelompok nelayan kecil seperti kami yang melaut setengah atau satu hari, paling tidak kami butuh 10 liter sehari bahan bakar,” ujarnya Tarjan. Dengan panel surya ini nelayan kecil akan sangat terbantu, karena sudah tidak membeli bahan bakar yang semakin mahal dan kerap sulit diperoleh.
“Kalau pemerintah bisa bantu subsidi nelayan dengan kapal-kapal besar, bagaimana dengan nelayan kecil seperti kami?,” tanya Tarjan. Semoga pemerintah segerah turun tangan, bantu pengadaan kapal energi Surya seperti ini, pungkasnya









