Example floating
Example floating
POLITIK

DPR Tekankan Kolaborasi Antarnegara untuk Pemberdayaan Pemuda di Forum IPU Uzbekistan

×

DPR Tekankan Kolaborasi Antarnegara untuk Pemberdayaan Pemuda di Forum IPU Uzbekistan

Sebarkan artikel ini
Anggota BKSAP DPR RI Rio A.J. Dondokambey di Global Conference of Young Parliamentarians, Samarkand Uzbekistan (Foto: Istimewah(

JAKARTA – TEMPENews- Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rio A.J. Dondokambey, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antarnegara dalam memberdayakan generasi muda untuk menghadapi tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan di tengah ketidakpastian global.

Hal itu disampaikan Rio dalam intervensinya pada Session 4 bertajuk “Advancing Youth Economic Rights and Employment in an Uncertain Future” di ajang The 12th IPU Global Conference of Young Parliamentarians yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, Sabtu (5/9/2026). “Generasi muda di berbagai negara masih menghadapi tantangan dalam memperoleh pekerjaan yang layak, upah yang adil, perlindungan sosial, serta mata pencaharian yang berkelanjutan,” terang Rio dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).

Tiga Poin Utama Pemberdayaan

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menyampaikan tiga poin utama berdasarkan pengalaman Indonesia dalam mendorong pemberdayaan pemuda.  Pertama, Pendidikan berbasis industri yaitu penyelarasan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri serta jenis pekerjaan masa depan. Kedua, Perlindungan sosial dengan Pemberdayaan pemuda tidak hanya butuh akses kerja, tetapi juga perlindungan sosial dan kesempatan belajar sepanjang hayat. Ketiga adalah peran parlemen dengan mengembangkan kebijakan inklusif, mengawasi implementasi, dan memastikan suara pemuda terwakili dalam pengambilan keputusan.

“Indonesia sepenuhnya menyadari bahwa pemberdayaan pemuda merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dan membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Rio. Ia menambahkan bahwa pemuda merupakan salah satu aset terbesar nasional.

Tantangan Bonus Demografi dan Angka NEET

Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia berusia 16-30 tahun mencapai sekitar 64,5 juta jiwa. Angka ini menjadi kekuatan penting bagi angkatan kerja nasional dalam memanfaatkan momentum bonus demografi.

Meski demikian, Rio menyoroti tantangan besar di mana proporsi pemuda Indonesia yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak kuliah (Not in Employment, Education, or Training/NEET) masih mencapai 20,31% atau sekitar 9 juta orang. “Angka ini mengingatkan kita bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup; pertumbuhan harus diterjemahkan menjadi peluang bagi seluruh generasi muda,” tegasnya (Sumber: dpt.go.id)